Senin, 02 September 2013

Assalamualaikum Wr Wb
Berikut ini share tentang "Keutamaan Membaca al-Qur'an"
Dari         : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali
Editor      : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012 - 1433

        Keutamaan Membaca al-Qur`an
Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala yang mengajak kepada pintu-Nya, Yang memberi taufik kepada orang yang dikehendaki-Nya, memberi nikmat dengan menurunkan kitab-Nya yang mengandung ayat yang muhkam dan mutashabih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah subhanahuwata'ala, tiada sekutu bagi-Nya, persaksian yang aku berharap selamat dari siksa-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad subhanahuwata'ala adalah hamba dan rasul-Nya, manusia paling sempurna dalam amal ibadah dalam pergi dan pulangnya. Semoga shalawat selalu tercurah kepadanya, kepada Abu Bakar radhiallahu'anhu sahabatnya paling utama, kepada Umar radhiallahu'anhu yang Allah subhanahuwata'ala memuliakan agama dan dunia menjadi lurus dengannya, kepada Utsman radhiallahu'anhu syahiddalam rumah dan mihrabnya, dan kepada Ali radhiallahu'anhu yang terkenal menyingkap ilmu yang
rumit dan membuka tutupnya, dan kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang yang lebih utama dengannya.
       Saudara-saudaraku, Allah subhanahuwata'ala berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, * agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir:29-30)

   Membaca al-Qur`an terbagi dua, Pertama, membaca secara hukum, membenarkan beritanya dan melaksanakan hukumnya, hal itu dengan cara melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Hal itu insya Allah akan dibahas di majelis yang lain.

    Kedua, membaca secara lafazh yaitu membacanya. Banyak sekali nash yang menunjukkan keutamaannya. Dalam Shahih al-Bukhari, dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-Qur`an."

   Dalam Shahihaian, dari Aisyah ra, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Orang yang pandai membaca al-Qur`an bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti, dan orang yang membaca al-Qur`an dan ia terbata-bata padanya serta merasa berat atasnya, untuknya dua pahala.")

  Dua pahala, pertama adalah pahala membaca dan yang kedua karena susahnya dalam membaca. Dalam Shahihain pula, dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Perumpamaan orang beriman yang membaca al- Qur`an adalah seperti buah utrujjah, rasanya enak dan aromanya wangi. Dan perumpamaan orang beriman yang tidak membaca al-Qur`an adalah bagaikan buah kurma, tidak ada aromanya dan rasanya manis."

Dalam Shahih Muslim, dari Abu Umamah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya."

Dalam Shahih Muslim, dari Uqbah bin Amirradhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seseorang darimu pergi ke masjid, lalu ia mempelajari atau membaca dua ayat dari al-Qur`an, lebih baik baginya daripada dua ekor unta, tiga ayat lebih baik dari pada tiga unta, empat ayat lebih baik baginya dari pada empat ekor unta, dan dari jumlahnya dari unta."

Dalam Shahih Muslim pula, dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah satu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah subhanahu wa ta’ala (masjid), membaca kitabullah (al-Qur`an) dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan turunlah sakinah (ketenangan) kepada mereka, diliputi rahmat dan dikelilingi malaikat, dan Allah subhanahuwata'ala menyebutkan mereka pada orang (malaikat) yang ada di sisi-Nya.")

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
'Jagalah hapalan al-Qur`an, demi Allah subhanahuwata'ala yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat terlepas dari pada unta dalam ikatannya."Muttafaqun ‘alaih.

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Janganlah seseorang darimu berkata 'aku lupa ayat ini dan ini, tetapi ia dilupakan."HR. Muslim. Hal itu dikarenakan ucapannya, 'aku lupa' bisa memberikan arti tidak memperdulikan hapalan al-Qur`an-nya hingga ia melupakannya.
next to hal.10

Sementara demikian dulu ya shabat/...... lain waktu saya tmbahin postingnya lagi..........
wassalamualaikum

referensi : diambil dari artikel santritahfidz.com (Ust. Yusuf Mansur)

         


Tidak ada komentar:

Posting Komentar